Al Quran adalah mukjizat yang Allah berikan kepada umat akhir zaman ini, barangsiapa yang mengamalkannya tentu akan merasakan dampak dari kemukjizatan Al Quran tersebut. Namun terkadang kita suka tidak menyadarinya bahwa Al Quran adalah sebuah mukjizat yang luar biasa sampai bangsa jin pun ta’jub dengan Al Quran, hal ini di abadikan dalam Al Quran surat Jin ayat1 , terkadang kita juga lebih mengagumi kehebatan teknologi dan ilmu pengetahuan dari pada Al Quran, sehingga Al Quran sering terabaikan, lantas bagaimana cara kita mengamalkan kitab mukjizat ini,
1. Sering
membacanya:
Bagaimana
cara membacanya
a. Membacanya
dengan bacaan yang sebenarnya.
Allah
berfirman dalam Al quran surat al baqarah ayat 121:
{الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ
حَقَّ تِلاوَتِهِ}
Orang-orang
yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan
yang sebenarnya.
Ada tiga
kata dalam Al Quran yang pengertiannya
hampir sama maknanya dengan membaca yaitu : qira’ah/iqra ,
tilawah/yatlu, dan tartil. Kita bisa
melihat bagaimana terjemahan 3 kata ini dalam Al quran yaitu pada surah
al-‘Alaq (iqra’ bismi rabbika), al-Jumu’ah (yatlu ‘alaihim ayatina), dan
al-Muzzammil (wa rattilil Qur’ana tartiila).
-
iqra' yang diterjemahkan dengan bacalah!, tidak mengharuskan
adanya suatu teks tertulis sebagai obyek baca, tidak pula harus diucapkan
sehingga terdengar oleh orang lain. Fokus qira'ah adalah meraih makna atau
pengertian dari apa yang dibaca tersebut, disertai tadabbur, tafakkur, dan
tadzakkur hingga memperoleh hidayah Allah.
-
Tartil adalah membaca al-Qur'an secara bersuara, perlahan dan dengan
menerapkan hukum-hukum bacaan secara tepat. Secara khusus, aktifitas ini
dilakukan dalam shalat dan di malam hari, yakni qiyamul-lail. Dari sini,
diharapkan lahir kesan ke dalam jiwa, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran
surat Al Muzzammil:4
أو زد عليه ورتل القرآن ترتيلا
- Tilawah adalah mengikuti dan menerapkan
jalan hidup yang digariskan di dalam teks yang dibaca.
إن الذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة
وأنفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور
Sesungguhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari
rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan
terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
b. Bacalah
apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an
Alloh
berfirman dalam al quran surat Al Muzammil ayat 20:
ْفَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآن...
...bacalah
apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an...
2. Sering Mendengarkannya
Menyimak lantunan ayat-ayat Alquran
secara rutin akan membawa ketenangan serta ketentraman bagi pendengarnya. Hal
tersebut dikarenakan adanya keyakinan dan iman yang tertanam kuat dalam hati kita.
Bahkan efek positif ini tidak akan kita rasakan saat mendengarkan bacaan atau
media audio lain. Mendegarkan Al Quran juga dapat membantu kita ketika sedang
menghafal ayat-ayat dalam kitab suci tersebut.
3. Sering
Menghapalkannya
Salah satu ciri orang
yang berilmu menurut standar al-Quran, adalah mereka yang memiliki hafalan
al-Quran. Allah berfirman,
بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ
الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
Bahkan, Al Quran itu
adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi
ilmu..(QS. al-Ankabut: 49).
Allah memberikan banyak
keutamaan bagi para penghafal al-Quran, di dunia dan ahirat.
Berikut diantaranya,
Pertama, dia didahulukan untuk menjadi imam
ketika shalat jamaah
Dari Abu Mas’ud
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَؤُمُّ
الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً
فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ … وَلاَ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِى سُلْطَانِهِ…
Yang paling berhak jadi
imam adalah yang paling banyak hafalan al-Quran-nya. Jika dalam hafalan quran
mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah… dan seseorang
tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain. (HR. Ahmad 17526, Muslim 1564,
dan yang lainnya)
Dari Ibnu Umar, beliau bercerita,
Ketika para muhajirin
pertama tiba di Quba, sebelum kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, yang menjadi imam mereka shalat adalah Salim mantan budak Abu
Hudzaifah. Dan beliau adalah orang paling banyak hafalan qurannya. (HR. Bukhari
660)
Kedua, ketika meninggal, dia didahulukan
Jabir bin Abdillah
radhiyallahu ‘anhuma bercerita,
Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam menggabungkan dua jenazah uhud dalam satu kain kafan. Setiap hendak
memakamkan, beliau tanya, “Siapa yang paling banyak hafalan qurannya?”
Kemudian Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam memposisikan yang paling banyak hafalannya di posisi paling
dekat dengan lahat. Lalu beliau bersabda,
أَنَا
شَهِيدٌ عَلَى هَؤُلاَءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Saya akan menjadi saksi
bagi mereka kelak di hari kiamat. (HR. Bukhari 1343 & Turmudzi 1053)
Ketiga, diutamakan untuk menjadi pemimpin
jika dia mampu memagangnya
Ketika Umar radhiyallahu
‘anhu menjadi khalifah, beliau menunjuk Nafi’ bin Abdul Harits untuk menjadi
gubernur di Mekah.
Suatu ketika, Umar
bertemu Nafi’ di daerah Asfan.
“Siapa yang menggantikanmu di Mekah?”
tanya Umar.
“Ibnu Abza.” Jawab Nafi’.
“Siapa Ibnu Abza?” tanya Umar.
“Salah satu mantan budak di Mekah.”
Jawab Nafi’.
“Mantan budak kamu jadikan sebagai
pemimpin?” tanya Umar.
“Dia hafal al-Quran, dan paham tentang
ilmu faraid.” Jawab Nafi’.
Kemudian Umar mengatakan,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
إِنَّ
اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat
sebagian kaum berkat kitab ini (al-Quran), dan Allah menghinakan kaum yang
lain, juga karena al-Quran.” (HR. Ahmad 237 & Muslim 1934)
Keempat, kedudukan hafidz al-Quran di surga,
sesuai banyaknya ayat yang dia hafal
Dari Abdullah bin Amr
radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُقَالُ
لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا
فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
Ditawarkan kepada
penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil
sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu
di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466,
Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani)
Kelima, ditemani Malaikat
Dari Aisyah radhiyallahu
‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ
الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ ، وَمَثَلُ
الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهْوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ ، فَلَهُ
أَجْرَانِ
Orang yang membaca dan
menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang
membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya,
maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari 4937)
Keenam, di akhirat, akan diberi mahkota dan
pakaian kemuliaan
Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَجِىءُ
الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ
ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا
رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ
آيَةٍ حَسَنَةً
Al-Quran akan datang pada
hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah
berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya
Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan.
Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu
dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu
pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai
Hasan shahih).
Ketujuh, al-Quran memberi syafaat baginya
Dari Abu Umamah al-Bahili
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اقْرَءُوا
الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
Rajinlah membaca
al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.
(HR. Muslim 1910).
Kedelapan, orang tuanya akan diberi mahkota
cahaya kelak di akhirat
Dari Buraidah
radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من قرأ
القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس
، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما
القرآن
Siapa yang menghafal
al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota
bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua
orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.
Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian
semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan
al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).
Dalam riwayat lain, dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يجيء
القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك
وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا
وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن
Al-Quran akan datang pada hari kiamat
seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu
kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang
membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan
di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa
dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari
mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu
belajar al-Quran.” (HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan
al-Albani).
Cara
menghapal quran;
a. Jangan cepat-
cepat ingin menguasainya
لا تحرك به لسانك لتعجل به
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an
karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.
إن علينا جمعه وقرآنه
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di
dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
فإذا قرأناه فاتبع قرآنه
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah
bacaannya itu. (Al
qiyamah :16-18)
b. Malam hari waktu
yang tepat untuk membaca/menghapal Quran
إن ناشئة الليل هي أشد وطءا وأقوم قيلا
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk
khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
c. Metode menghapal
Quran:
1. Metode potong
ayat
Ketika proses menghafal sebuah surat dilakukan. Hafalkan
surat dengan cara memotongnya menjadi 10 ayat 10 ayat. Di dalam tiap sepuluh
ayat potong-potong lagi menjadi 5 ayat-5 ayat.
Misalnya kita menghafal surat An Naba yang didalamnya ada 40
ayat. Caranya adalah sebagai berikut :
Hafalkan ayat 1 sampai lancar. Lakukan sampai ayat 5.
Kemudian hafalkan secara berurut ayat 1 sampai dengan ayat 5.
Ikatlah ayat 1 sampai ayat 5 dengan mengulang-ulangnya bersama-sama sampai
lancar. Gerak-gerakkan jari-jari tangan anda sesuai dengan ayat yang sedang di
hafal. Bila menghafal ayat 1 gerakkan ibu jari, ayat 2 gerakkan jari telunjuk,
ayat 3 gerakkan jari tengah, ayat 4 gerakkan jari manis dan ayat 5 gerakkan
jari kelingking.
Kemudian hafalkan ayat 6 sampai 10 sambil menggerak-gerakkan
jari-jari tangan kiri sama seperti yang dilakukan oleh tangan kanan.
Ulang-ulang ayat 6 sampai 10 sampai lancar. Kegiatan ini mengikat ayat 6 sampai
dengan ayat 10
Sekarang mengulang menghafal ayat 1 sampai 10 dengan sambil
menggerak-gerakkan jari sesuai dengan nomor ayat yang dilafazkan. Lakukan
sampai lancar. Hal ini mengikat ayat 1 sampai 10.
Lakukan langkah diatas untuk ayat 11-20, ayat 21-30 dan ayat
31-40.
Terakhir gabungkan semua ayat (ayat 1 sampai 40) dalam surat
tsb. Ulang-ulang sampai lancar
2. Metode
"Lupakan".
" Metode Lupakan artinya lihat, ucapkan, pahami, arti,
kaitkan, ayat, nyetor,
Ketika menghafal yang pertama Anda bisa melihat dan mengucapkan
ayat yang tengah anda coba hafal sebanyak 5 kali berulang-ulang.
Lalu, agar mempermudah mengaitkan tiap ayat saat menghafal
kita coba ketahui arti setiap ayat.
Dan yang paling penting setiap hafalan, penghafal menyetorkan hafalannya setiap
hari."Dalam sekali menghafal menggunakan metode ini waktu yang diperlukan
sekitar 20-30 menit untuk 1 sampai 3 halaman, kuncinya mengalahkan target
kemarin dengan setoran hari ini"
4. Hebatnya Al
Quran
Dengan Al quran hanya
memerlukan waktu 23 tahun Rasullulah merubah peradaban bangsa Arab yang
Jahiliah menjadi masyarakat tauhid yang berakhlak mulia yang mampu mengubah
peradaban manusia di dunia. Banyak ilmuwan ilmuwan muslim yang mampu menguasai
berbagai disiplin ilmu dan hasil
penemuannya menjadi rujukan dan dasar ilmu pengetahuan sekarang. Para ilmuwan
muslim mengawali pendidikannya dengan mempelajari Al Quran , mereka sudah
hafidz quran sejak usia dini. Inilah kunci kehebatan generasi awal kaum
muslimin yang tercatat dalam sejarah dan dibuktikan dari hasil karya mereka
yang dapat kita saksikan sampai saat ini.
Komentar
Posting Komentar