Langsung ke konten utama

PERNYATAAN DAN PERTANYAAN RASULULLAH TENTANG ORANG YANG PASTI MASUK SURGA


Disampaikan oleh Ustad Dadan Hamdan Kautsar

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.



1. Pernyataan Rasulullah

Beliau menyampaikan hadits yang bersumber dari Anas bin Malik pernah mengisahkan. “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw., beliau bersabda, ‘Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.’ Kemudian seorang laki-laki dari Anshar  lewat di hadapan mereka sementara bekas wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.“Esok harinya, Nabi saw. bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seoranglaki-laki penghuni surga.’ Dan, muncul laki-laki kemarin dengan keadaan persis seperti hari sebelumnya.“Besok harinya, Rasulullah saw. bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seoranglaki-laki penghuni surga.’ Tidak berapa lama, orang itu datang sepertikeadaan sebelumnya.“Setelah itu, Rasulullah saw. beranjak dari tempat duduknya. Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut. Ia mengatakan, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang kerumah selama tiga hari. Jika Anda mengizinkan, aku akan menginap di rumah Anda.’“Lelaki itu menjawab, ‘Silahkan.’
“Setelah itu, Rasulullah saw. beranjak dari tempat duduknya. Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut. Ia mengatakan, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang kerumah selama tiga hari. Jika Anda mengizinkan, aku akan menginap di rumah Anda.’“Lelaki itu menjawab, ‘Silahkan.’“Selama tiga hari tiga malam menginap, Abdullah tidak pernah mendapatinya qiyamul lail. Hanya saja, tiap kali terjaga dari tidurnya, ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu. Lelaki itu pun tidak mengucapkan sesuatu, kecuali yang baik.“Hampir saja, Abdullah bin Amr menganggap remeh amalan lelaki Anshar itu. Ia mengatakan, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku. Aku mendengar Rasulullah mengucapkan sesuatu selama tiga hari berturut-turut: akan lewat di hadapan kalian, seorang laki-laki penghuni surga. Selesai beliau saw. mengucapkan itu, ternyata yang muncul selama tiga hari berturut-turut adalah Anda.“Karena itulah saya ingin mengetahui amalan apa yang sering Anda lakukan. Sejujurnya, saya tidak melihat Anda melakukan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya, apa yang sering Anda lakukan sehingga Rasulullah mengucapkan hal itu?“Lelaki Anshar itu menjawab, ‘Seperti yang Anda saksikan,aku tidak melakukan amalan apa-apa. Hanya saja, aku tidak punya rasa iri kepada sesama muslim, atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’“Abdullah bin Amr pun berucap, ‘Rupanya itulah yang menjadikan Anda menjadi sangat istimewa. Sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya.” (Az-Zuhdu, Ibnul Mubarak hal. 220)

Kisah ini memberikan kita banyak hal. Betapa sesuatu yang kita anggap kecil, ternyata begitu besar di sisi Allah swt. *Lelaki Anshar di kisah itu sukses dalam dua hal besar sekaligus: hubungannya kepada Allah swt yang ditandai dengan senantiasa syukur, zikir, dan takbir. Dan terhadap manusia yang ditandai dengan bersih dari hasad dan iri*.Tidak heran jika seorang sahabat kenamaan sekaliber Abdullah bin Amr bin Ash akhirnya berujar, “Rupanya itulah yang menjadikan Anda menjadi sangat istimewa. Sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya.”


2. Pertanyaan Rasulullah

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

         مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?". Abu Bakar menjawab : "Aku." Beliau bertanya lagi: "Siapa di antara kalian yang hari ini telah mengantarkan jenazah?" Abu Bakar menjawab: "Aku." Beliau bertanya lagi: "Siapa di antara kalian yang hari ini telah memberi makan orang miskin?" Abu Bakar menjawab: "Aku." Beliau bertanya lagi: "Siapa di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?". Abu Bakar menjawab : "Aku." Selanjutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah semua itu ada pada seseorang kecuali dia pasti akan masuk surga." ( HR. Muslim : 1707 )
Empat amalan yang apabila dikerjakan dalam satu hari di pastikan masuk surga  yaitu shaum, mengantarkan jenazah, memberi makan orang miskin, menjenguk orang sakit, dari keempat amalan ini shaumlah yang menjadi kunci karena tidak bisa dilaksnakan secara spontan tapi perlu istiqomah dalam melaksanakannya dengan membiasakan puasa Senin-Kemis atau shaum Nabi Daun atau pertengahan bulan 13,14,15, sehingga peluang untuk meraihnya semakin besar.

Komentar