a.
Makna Kehidupan
Dunia yang sedang kita singgahi sekarang , merupakan tempat
kita ditempa berbagai problematika kehidupan, berbagai peristiwa suka dan duka
datang silih berganti mengisi setiap relung kehidupan manusia sepanjang masa.
Dalam Al quran problematika kehidupan ini diwujudkan dalam bentuk ujian ( fitnah/ فتنا) seperti tercantum dalam Al Quran Surat Al
Ankabut ayat 2 :
أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi.(QS.
Al Ankabut:2)
ولقد فتنا
الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS.Al Ankabut:3)
Allah sebagai kholiq berkuasa atas makhluknya untuk
melakukan apa yang Dia kehendaki, kita sebagai makhluknya diwajibkan untuk
tunduk dan patuh kepada-Nya, dari ayat diatas jelas tujuan Allah menguji kita
untuk mengetahui orang-orang yang benar ( صدقوا ) dan dusta (الكاذبين) atas keimanannya. Kita hidup untuk di uji dan kita
harus siap untuk menerima ujian tersebut baik suka ataupun tidak.
b.
Problem Kehidupan
Al
Quran suatu kitab yang luar biasa , Al Quran merupakan blueprint kehidupan kita
, skenario cerita yang lengkap tentang kisah manusia dari awal sampai akhir,
jika kita sebagai aktor dan aktris dalam drama kehidupan ini tidak tahu dan tidak
membaca skenario apalah jadi kehidupan kita ini.
Dalam
Al quran dijelaskan problem kehidupan yang akan kita hadapi seperti apa, hal ini tercantum dalam surat Al Anbiya ayat
35 :
كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون
Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.(QS. Al Anbiya:35)
Kemudia
dalam surat Al Baqoroh ayat 155:
ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من
الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين
Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(QS. Al Baqoroh :
155)
Berdasarkan
ayat diatas, secara garis besar problem kehidupan manusia terbagi dua yaitu
keburukan(الشر ) dan kebaikan (الخير )
Dengan keburukan berupa ; ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, sangat terasa sekali penderitaan
ujiannya. Sedangkan dengan kebaikan jarang yang menyangka dan menyadari itu sebagai ujian atau problem, dengan harta
yang melimpah tidak sedikit yang disibukan dengan hartanya sehingga lupa akan
kewajibanya sebagai makhluk terhadap kholik-Nya, dengan jabatan yang tinggi
terkadang manusia jadi sombong sehingga berani menentang Allah dan Rasullnya,
dengan diberi kesehatan tak jarang digunakan untuk bermaksiat terhadap Allah
dengan melakukan hal-ahal yang dilarang oleh syariat.
Setelah kita mengetahui problematika atau ujian
yang akan kita hadapi, tentunya kita mempunyai kesiapan untuk bisa berusaha
menyelesaikan atau memecah masalah yang kita hadapi. Pelajar yang baik adalah
pelajar yang tahu pelajaran apa yang akan diujikan, pelajar yang selalu belajar
dan berlatih memecahkan soal - soal latihan ujian sehingga ketika ujian tiba
sudah siap mengahadapinya.
c.
Sikap Manusia Terhadap Problem Kehidupan :
Al quran
menggambar bagaimana sikap manusia terhadap problem atau ujian itu , hal ini di
gambarkan dalam Al quran surat Al Fajr ayat 15-16 :
فأما الإنسان إذا ما ابتلاه ربه فأكرمه
ونعمه فيقول ربي أكرمن
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu
dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah
memuliakanku".
وأما إذا ما ابتلاه فقدر عليه رزقه فيقول
ربي أهانن
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu
membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". (QS. Al
Fajr ayat 15-16)
Kemudia
dalam surat Al Baqarah ayat 156 :
الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله
وإنا إليه راجعون
(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa
lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun".(QS. Al Baqarah ayat 156).
Ada tiga
sikap manusia yang digambar quran berdasarkan ayat diatas ketika ditimpa
problem atau ujian :
1. Jika diuji
dengan kebaikan dia merasa sedang di muliakan oleh Allah, hal ini terkadang
menimbulkan sikap takabur.
2. Jika diuji
dengan keburukan dia merasa sedang dihinakan oleh Allah, hal ini terkadang
menimbulkan sikap putus asa.
3. Jika diuji dengan
kebaikan maupun dengan keburukan dia menyerahkan segalanya kepada Allah hal ini menimbulkan sikap sabar.
d. Solusi dalam
menghadapi problematika kehidupan.
Dalam
menghadapi problematika kehidupan ini , Al quran memberikan keyword, suatu kata
kunci yang harus kita pegang dan menjadi suatu keyakinan yang harus selalu kita
ingat, hal ini terdapat dalam Al quran surat Al Baqarah ayat 286 :
لا
يكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت...
Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... (QS. Baqarah ayat 286).
Kemudian
dalam surat Ali Imran ayat 191 dan surat Alam Nashrah ayat 5-6:
الذين
يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت
هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
(yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan
kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(QS. Ali Imran ayat
191)
فإن
مع العسر يسرا(5) إن مع
العسر يسرا(6)
Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan. (QS. Alam Nashrah ayat 5-6)
Dari ayat
diatas jelas kata kuncinya yaitu :
1. Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
2. Allah
tidak mencipatakan segala sesuatu termasuk ujian dengan sia-sia
3. Sesudah
kesulitan itu ada kemudahan
Dengan ketiga kata kunci ini memberikan spirit kepada kita
bahwa kita akan sanggup dan kuat dalam dalam menghadapi berbagai ujian ,
kemudian dibalik ujian pasti ada hikmahnya yang dapat kita petik di balik
kesusahan pasti ada kemudahan.
Selanjutnya bagaimana Al Quran
memberikan solusi dalam menghadapi
problematiika kehidupan ini , hal ini dijabarka salah satunya dalam
quran surat al-Baqarah ayat : 45 dan 153, surat Asy-Syuura ayat: 30
واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة
إلا على الخاشعين
Dan mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyuk. (QS. Al-Baqarah: 45)
يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة
إن الله مع الصابرين
Hai
orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.
Al-Baqarah: 45)
وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفو
عن كثير
Dan apa
musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syuura
ayat: 30)
Ada beberapa
solusi yang dijelaskan Al Quran kepada
kita dalam menghadapi masalah yaitu :
1 SABAR
Kata sabar berasal dari bahasa Arab
yaitu dari kata sobaro yasbiru, yang artinya menahan. Sedangkan secara istilah,
sabar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan, kesedihan atau
menahan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak disukai dan dibenci.
Adapun sabar secara lebih luas adalah menahanan diri agar tidak mudah marah,
berkeluh kesah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, melatih diri dalam
ketaatan dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat.
Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara
mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali
disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik
berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi
perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat
yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur’an menjadi beberapa
macam;
1. Sabar merupakan
perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153:
"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan
sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk
bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam QS.3:
200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.
2. Larangan isti’ja
l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/
46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai
keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab)
bagi mereka…"
3. Pujian Allah bagi
orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan
orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang
bertaqwa."
4. Allah SWT akan
mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT
berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
5. Kebersamaan Allah
dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai
hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah
kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."
6. Mendapatkan
pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur’an (13: 23 – 24);
"(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan
orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya,
sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan
bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat
kesudahan itu."
Inilah diantara gambaran Al-Qur’an
mengenai kesabaran.
2.
SHALAT
Makna “shalat” pada ayat di atas ada dua:
1. Shalat secara
kesuluruhan, baik yang wajib, maupun yang sunnah. Sebagaimana dikatakan oleh
Muqatil bin Hayyan misalnya.
2. Shalat 2 rakaat
(diantaranya yang kita kenal dengan shalat hajat).
Hudzaifah bin al-Yaman berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ditimpa suatu
masalah, maka segera mengerjakan SHALAT.”
(HR. Ahmad)
Bagaimana pengamalan ayat-ayat dan hadist di atas oleh
sahabat? Kita lihat pada atsar berikut:
Ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, sampailah berita tentang
kematian saudaranya Qatsum. Ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera
mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk (tasyahud akhir).
Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat
kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“. (Riwayat Ibnu Jarir).
Banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 2 rakaat ketika menghadapi masalah. Ketika
akan terjadi badai di Madinah, dalam peperangan, dan sebagainya. Demikian pula
yang dilakukan oleh para sahabat. Namun sayangnya, hal ini telah banyak
dilupakan oleh kita di zaman sekarang. Bahkan ketika mendapat masalah,
mengadukannya di medsos, dan lain-lain.
Catatan: waktu tasyahud akhir sebelum
salam adalah salah satu waktu mustajab, sebagaimana disebutkan di dalam hadist
tentang mustajabnya “dhuburish shalah”, yaitu akhir shalat (sebelum salam).
Kemudian saat waktu sujud.
3.
MEMPERBANYAK ISTIGFAR
Dalam
Al quran surat Asy-Syuura ayat: 30 di jelaskan bahwa musibah itu diakibatkan
perbuatan kita, untuk itu sepatutnya kita banyak meminta ampunan kepada Allah
dengan memperbanyak ISTIGFAR, sungguh besar fadilah dari bacaan istigfar itu,
sebagai mana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya :
“Barangsiapa
yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya,
mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak
disangka-sangka.” (Hadis Riwayat Muslim)
Komentar
Posting Komentar